 |
|
|

Our Menu
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
 |
|
|
|
|
|
|

SOCCER ROBOTIC CONTEST (KOMPUTEXPO 29 NOP-3 DES 06)
|
 |
Soccer Robotic Contest diawali dengan tutorial
di mana peserta akan diajarkan mengenai seluk beluk robotic mulai
dari jenis-jenis robot, teknik perancangan dan bagaimana menggerakkan
robot soccer. Tutorial dilakukan oleh pihak Delta Training yang juga
bergerak pada pelatihan mikrokontroler dari keluarga MCS-51, Renesas
maupun AVR di mana pelatihan dilakukan dengan praktek sepenuhnya pada
produk-produk Delta Kits. |
| Pada akhir tutorial, peserta diarahkan untuk
mencoba robot-robot soccer yang ada di lapangan sehingga pada saat
lomba telah terbiasa dalam pengendaliannya. |
 |
Robot Soccer dikendalikan dengan joystick
play station dan dapat bergerak maju, mundur, belok ke kiri dan ke
kanan, maju dan mundur sambil berbelok dan bahkan berputar di tempat
dengan sangat lincah. |
 |
| Robot Soccer untuk Penggemar Bola (Kutipan
Jawa Pos - Metropolis 1 Desember 2006) |
| Sepak bola juga bisa dilakukan robot. Namanya,
robot soccer. Robot tersebut kemarin disimulasikan dalam KomputExpo
yang dilaksanakan di Hall AJBS Pasaraya, Surabaya, Para penggemar
bola bisa mencoba robot itu. Dalam simulasi ada 10 robot yang ikut
bertanding (5 melawan 5). Tiap robot dijalankan satu orang. Waktunya,
satu jam. "Tujuan simulasi ini untuk membiasakan peserta menggunakan
joystick guna menggerakkan robot soccer. Biar nanti, ketika ikut lomba
tidak ragu-ragu lagi," kata Vincentius Go, koordinator training
Delta Electronic, produsen robot soccer. Menurut Vincent, robot soccer
digerakkan dengan sistem wireless berfrekuensi 2,4GHz. Jarak maksimum
sang pengendali dengan robot 100 meter. Itu sudah cukup untuk sebuah
lapangan sepak bola mini. "Tinggal utak atik joystick untuk menggerakkan
robot ke kanan, kiri, maju dan mundur serta rem," ucapnya. Sama
dengan permainan sepak bola, masing-masing robot berbut menggiring
dan menyodok bola ke gawang lawan. Hanya melakukan hal tersebut tak
mudah. Sebab untuk mengendalikan robot, butuh ketrampilan menggerakkan
joystick. Bila tak biasa, tentu kalah cepat dengan lawan. Bahkan tak
jarang robot menabrak garis pembatas. |
|
"Namun inilah seninya," kata Hudi Hartanto, salah seorang
peserta simulasi. "Beda lho dengan menggerakkan joystick untuk
main Play Station, yang ini lebih menantang," tambahnya. Yang
menarik robot soccer tersebut bisa juga dialihfungsikan misalnya
diubah menjadi robot penjejak garis. Maksudnya robot itu mampu menyisir
garis di lantai dengan sensor inframerah. Caranya, mengubah hardware
dan software. "Ini yang membedakan dengan robot lain,"
imbuhnya.
|
 |
|
 |
|
|